|
Kumpulan e-book Kesehatan |
Berikut Beberapa referensi (E-book Kesehatan) semoga bermanfaat
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Peranan Bidan di Desa Terpencil |
Rumanti Cendanasari, SKp, MN
Bppsdmk, Jakarta - Pemerintah mempunyai program pelayanan kesehatan bernama Pengembangan Desa Siaga Menuju Indonesia Sehat, yang meliputi: 1). Poliklinik Desa, 2) Pengamatan masalah berbasis masyarakat, 3). Kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, 3) Kemandirian pembiayaan kesehatan, 5). Perilaku hidup bersih dan sehat. Sejalan dengan visi dan misi Departemen Kesehatan yang baru, yaitu “Masyarakat Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat” dengan misi “Membuat Rakyat Sehat”. Salah satunya dengan nilai Berpihak Pada Rakyat. Dari rencana besar tersebut, tentunya gaungnya harus tersosialisasikan dengan tepat. Karena disana ada sekelumit harapan akan vitalnya pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Indonesia, negara besar dengan geografis kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan aneka ragam budaya dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat. Masih dapat dirasakan masalah kesejahteraan, pendidikan, dan fokusnya adalah pelayanan kesehatan belum tersentuh secara hakiki. Berbicara tentang pelayanan kesehatan tidak bisa dilepaskan dengan SDM Kesehatan. Depkes telah membentuk satu unit utama yang menangani masalah SDM ini, yaitu Badan PPSDM Kesehatan. Tulisan ini mencoba mengingatkan kembali kepada kita semua sebagai insan tenaga kesehatan terutama saudaraku para bidan di daerah terpencil untuk lebih menata segalanya mewujudkan harapan menjadi nyata.
Bidan sebagai anggota profesi
Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang khusus. Sebagai pelayan profesional yang notabene merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik, yaitu: |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Bidan Asing Dapat Penghargaan |
Robin Lim bidan asing asal Amerika Serikat memperoleh penghargaan dari Pemerintah Italia sebagai pengabdi bagi ibu melahirkan. Selama mengabdi tanpa imbalan di Ubud, Bali, Lim juga telah berhasil menekan tingkat kematian ibu.
Sumber (Okezone.com) |
|
|
Karena 20 Ribu, Bayi Meninggal di Puskesmas |
Makassar, Tribun - Bayi berusia dua bulan, Nazar, meninggal di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bara-baraya, Makassar, Rabu (6/8) pagi.
Kematian Nazar diduga karena terlambat mendapat penanganan medis di puskesmas tersebut. Dia meninggal di pangkuan ibunya, Nurhayati (28), yang menunggu di bangku ruang tunggu ketika ayah almarhum, Syafaruddin (40) sedang mencari uang Rp 20 ribu untuk membayar jasa pelayanan di puskesmas tersebut.
"Saya sudah berusaha mencari uang (Rp 20 ribu) seperti yang diminta perawat tapi anak saya keburu meninggal," kata Syafaryuddin dengan nada sedih saat ditemui di rumahnya di Asrama Bara-baraya, Jl Abubakar Lambogo, kemarin petang.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Mendorong Tenaga Kesehatan Semakin Berkualitas |
Body: Sebut istilah KB, ibu, dan bayi. Selain dokter, apa yang terbayang? Tentu sosok perempuan berbaju seragam putih khas medis, dan di kepalanya ada topi penutup kepala khusus. Mereka adalah para bidan, yang merupakan tenaga kesehatan terdepan yang berhubungan langsung dengan pelayanan KB di lapangan. Bidan mendominasi pelayanan sekitar 75 persen.
Begitu penting dan besarnya peranan bidan, setiap saat organisasi yang memayungi profesi ini, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), terus meningkatkan keberadaan bidan, baik dari kualitas, jumlah, maupun tingkat profesionalisme.
Bagaimana kualitas tenaga bidan di Indonesia saat ini? Apakah benar-benar sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat? Ketua Umum IBI, Harni Koesno, mengaku sulit memberikan penilaian. Dari sisi distribusi bidan, hingga saat ini belum merata. Setiap desa di Indonesia belum terdapat tenaga bidan dan sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 10 dari 15 |